Orang bijak berkata, "ada pertemuan ada pula perpisahan". Begitulah dengan para siswa/l ku tercinta, mereka mulai diterima di sekolah kami dalam keadaan penuh harapan. Mulai dari proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) 6 tahun lalu, kemudian mereka di dibina, diajarkan, dididik, dibimbing, diarahkan, diatur, hingga mungkin disayangi oleh guru mereka, laksana seorang ayah dan ibu yang menyayangi anak tercinta mereka. Hingga hari ini, sabtu 22 april 2017, mereka harus berpisah dengan kami para gurunya. Mudah-mudahan saja ilmu yang diberikan selama 6 tahun bisa menjadi anak tangga yang kokoh untuk menaiki tangga berikutnya. Untuk selanjutnya para murid ini harus pergi lagi menuntut ilmu untuk menggapai cita-cita dan mimpi-mimpi mereka.
Selamat Jalan dan selamat berjuang Murid-muridku tercinta. Gapailah impianmu setinggi langit, do,a kami selalu menyertaimu. Di pundakmu harapan keluarga dan bangsa ini berada. Janganlah kau patah semangat melihat jurang terjal menganga.
Pembacaan ayat suci alquran
kata-kata perpisahan dari siswa/kelas 4 dan siswa kelas 6
Bapak
ibuk orang tua wali
murid yang kami hormati. 6 tahun yang lalu, bapak/ibuk telah menitipkan
anak-anaknya kepada kami. Mereka yang dulunya kecil, kini sudah menjadi sedikit
besar, mereka yang dulunya tidak tahu apa-apa, kini mereka sudah mengetahuinya,
mereka yang dulu belum paham sama sekali, kini mereka telah memahami. Mereka yang dulu belum pandai membaca kini
sudah pintar. Kini sudah saatnya kami akan mengembalikan mereka kepangkuan
bapak/ibu sekalian. Meskipun hati kami agak berat untuk melepaskan mereka
kembali kepangkuan bapak/ibuk.
Bapak/ibu orang tua
wali murid, hari ini, kami atas nama majelis guru mohon maaf yang
sebesar-besarnya kepada bapak/ibuk, mungkin selama ini kami mendidik ada kami tersalah
kata, marah kepada anak-anak, mencubit anak. Jadi, tolong maafkan kami semua. Kami
melakukan itu semua bukan karena kami benci atau marah atau sentiment kepada
mereka, melainkan kami sayang kepada mereka agar mereka tidak melakukan hal-hal
yang buruk, yang dapat merugikan diri mereka, dan juga memalukan orang tuanya.
Harapan kami, agar mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, berguna
bagi agama, bangsa, dan negara, serta berbakti kepada kedua orang tuanya.
Arahan dari bapak UPTD Kec. Tigo Nagari









